Beranda Internasional DPR: Penutupan Kembali Hormus, Rapuhnya Kemanan Timteng

DPR: Penutupan Kembali Hormus, Rapuhnya Kemanan Timteng

Komisi I DPR RI menyoroti, sikap Iran yang menutup kembali Selat Hormuz kurang dari 24 jam

0
Selat Hormus

"Indonesia memang telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra, termasuk Rusia, sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan. Namun demikian, ketergantungan pada jalur perdagangan internasional tetap menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif," ujar Dave.

Sebelumnya diberitakan, Iran menyebut Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali. Tepatnya, hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran.

Adapun Selat Hormuz sebelumnya sempat dibuka oleh Iran. Tetapi, kurang dari 24 jam kebijakan penutupan diberlakukan kembali.

Kemlu RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran, dan PT Pertamina International Shipping terus berkoordinasi. Yakni, demi kelancaran pelintasan dua kapal Indonesia di Selat Hormuz.

"Dapat kami sampaikan bahwa pemerintah terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz. Melalui koordinasi KBRI Tehran dan otoritas terkait," kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada wartawan, Minggu, 19 April 2026.

Ia mengaku, terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan. Vahd juga berbicara soal evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here