"Ketika kita bicara kepemimpinan, pada hakikatnya kita sedang bicara tentang nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi dari tindakan seorang pemimpin," tutur dia.
Dia menilai berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa, termasuk penyalahgunaan kewenangan dan menurunnya integritas di ruang publik, menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan dan pembangunan ekonomi belum tentu berjalan seiring dengan penguatan karakter.
Oleh karena itu, ia menyebut pembangunan bangsa perlu dibarengi dengan pembangunan karakter yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia.
Dia menekankan Indonesia memiliki modal budaya yang sangat kuat melalui nilai gotong royong, musyawarah, tepa selira serta penghormatan terhadap keberagaman.
Dikatakan bahwa berbagai nilai tersebut harus menjadi fondasi dalam membangun kepemimpinan masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Di sisi lain, GKR Hemas berpendapat Indonesia saat ini turut membutuhkan generasi yang mampu memadukan kecerdasan dengan integritas, kemampuan dengan kepedulian, serta keberanian dengan kebijaksanaan dalam mengemban amanah kepemimpinan.
Maka dari itu, dia mengharapkan usai kegiatan, para peserta National Leadership Camp 2026 mampu menjadi generasi yang siap bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas kebangsaannya.