Kekuatan pertama dalam menghadapi bencana justru berada di tengah masyarakat yang tinggal paling dekat dengan kawasan rawan. Karena itu, pemerintah mendorong terbentuknya masyarakat yang mampu mengenali potensi bahaya, melakukan tindakan awal, menyelamatkan diri, membantu warga sekitar dan membangun koordinasi sebelum bantuan dari luar tiba.
Kesiapsiagaan Dimulai dari Jorong dan Nagari
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun dari tingkat paling bawah, terutama jorong dan nagari
“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu jorong atau nagari,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan KSB menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membangun kemampuan masyarakat menghadapi bencana. Masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman mengenai kebencanaan, tetapi juga dipersiapkan agar mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat.
Melalui KSB, masyarakat didorong memiliki kemampuan melakukan pencegahan, mengurangi risiko, menyelamatkan diri dan lingkungan sekitar serta membantu proses penanganan ketika kondisi darurat terjadi.
Dengan demikian, KSB bukan sekadar sebuah organisasi di tengah masyarakat. KSB diproyeksikan menjadi benteng pertama yang bergerak ketika bencana datang sebelum dukungan dari pihak luar tiba di lokasi.
60 Peserta Ikuti Pelatihan dan Simulasi