Namun, rencana tersebut terkendala minimnya awan di langit Kalsel sehingga penyemaian untuk membuat hujan buatan tidak memungkinkan.
Saat ini, penanganan karhutla mengandalkan operasi pemadaman dari udara dengan 3 unit helikopter water bombing dari BNPB, 1 helikopter patroli, dan 1 pesawat. Selain itu, puluhan regu pemadam kebakaran swasta dari tujuh perusahaan juga dikerahkan untuk membantu pemadaman di darat.
Kendala utama di lapangan adalah aksesibilitas darat yang sangat sulit dan karakteristik lahan gambut yang menjadi tantangan terberat bagi petugas.
Menurut Ronny, api di permukaan lahan gambut seringkali tampak padam pada malam hari, namun bara api di bawah permukaan tetap menyala dan dapat kembali membesar saat cuaca panas dan angin kencang keesokan harinya.
"Jika api belum padam hingga batas operasi udara pukul 18.00 Wita, terpaksa Satgas Darat harus melanjutkan operasi pemadaman di malam hari," pungkasnya.