Beranda Hukum dan Kriminal BNN: Vape Jadi Media Baru Konsumsi Narkoba, Kandungan Sabu Cair hingga Etomidate Ditemukan

BNN: Vape Jadi Media Baru Konsumsi Narkoba, Kandungan Sabu Cair hingga Etomidate Ditemukan

Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pihaknya menemukan fakta tak terbantahkan mengenai pergeseran modus konsumsi narkoba dari alat konvensional seperti bong untuk sabu, beralih ke perangkat vape yang lebih mudah disembunyikan.

0
Ilustrasi

Suyudi memaparkan bahwa dari perspektif kimia, cairan vape atau e-liquid yang disalahgunakan merupakan "koktail kimia" yang mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, serta zat pemberi rasa seperti diasetil yang berisiko tinggi bagi kesehatan.

Kepala BNN juga meluruskan anggapan yang beredar di masyarakat bahwa vape dapat menjadi alat bantu berhenti merokok.

"Saya tegaskan di sini bahwa narasi vape sebagai alat bantu berhenti merokok adalah ilusi yang belum terbukti efektif secara ilmiah. Alih-alih sebaliknya, produk ini justru jadi pintu masuk baru," tegasnya.

Sementara itu, Plt. Deputi Pemberantasan BNN Budi Wibowo mengungkapkan bahwa sindikat pengedar narkoba kini secara aktif mengincar kalangan muda dengan mengemas narkoba dalam bentuk cartridge liquid vape.

"Utamanya penikmat, pengguna vape yang tentu dari hasil survei kita semakin bertambah banyak anak-anak kita, generasi bangsa kita karena menganggap bagian daripada tren," kata Budi dalam keterangan terpisah.

Menanggapi fenomena ini, Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo) menyatakan dukungannya terhadap langkah BNN dan Polri. Ketua Arvindo Fachmi Kurnia menegaskan pihaknya mengutuk keras segala bentuk penyalahgunaan narkoba, termasuk yang menggunakan vape sebagai media.

"Sudah pasti kami mengutuk semua penyalahgunaan narkoba, apa pun medianya," ujarnya, seraya menyebut bahwa pihaknya aktif bekerja sama dengan aparat apabila menemukan indikasi aktivitas mencurigakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here