CARAPANDANG.COM- Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan bahwa Washington telah menyita aset kripto milik Iran senilai sekitar hampir 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun).
“Kami berhasil menyita sekitar 350 juta dolar dalam aset kripto, dan kemudian tambahan sekitar 100 juta dolar yang baru saja kami dapatkan. Jadi totalnya hampir mencapai setengah miliar,” kata Bessent kepada Fox Business sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Kamis.
Pada 16 April, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa Departemen Keuangan AS meluncurkan operasi “Economic Fury” terhadap Iran untuk memaksimalkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap target-target di Iran, termasuk di Tehran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada 11 April, Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.
Kemudian pada 12 April, kepala delegasi AS, Wakil Presiden J.D. Vance, mengatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi tersebut. Delegasi AS kembali ke negaranya tanpa hasil.
Trump kemudian mengumumkan blokade terhadap semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik