"Kaligrafi adalah bentuk latihan disiplin diri dan meditasi, bagaimana kita menyatukan pikiran, napas, dan gerakan tubuh. Dalam dunia modern sekarang, orang bergerak cepat dan sibuk sekali, tapi kaligrafi ini merupakan salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan memusatkan kembali fokus kita ke diri sendiri," ujarnya.
Dalam memperkenalkan nilai budaya dan sejarah kaligrafi kepada masyarakat luas, Sheren aktif membuat berbagai konten edukatif di media sosial.
Menurutnya, keunikan kaligrafi China terletak pada penggunaan aksara Han yang setiap karakternya memiliki sejarah, makna, serta perkembangan budaya yang panjang. Setiap goresannya mencerminkan sikap serta prinsip hidup yang tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sheren juga menilai generasi muda perlu mengenal seni kaligrafi China karena merupakan bagian penting dari identitas dan sejarah panjang peradaban China. "Jika tidak dipelajari oleh generasi muda, seni ini perlahan akan hilang dan tergerus zaman," katanya.
Melalui workshop seperti ini, dia berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memperkenalkan budaya China kepada masyarakat yang lebih luas. Peserta dapat membagikan pengalaman, hasil karya, dan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, teman, maupun lingkungan sekitarnya. Karya kaligrafi yang dibawa pulang juga diharapkan menjadi media untuk memperkenalkan budaya tersebut kepada lebih banyak orang.