Tantangan terbesar Program Magang Nasional ke depan adalah menjaga konsistensi pelaksanaannya. Memastikan 150 ribu peserta memperoleh pendampingan yang berkualitas sekaligus menjamin hak-hak mereka selama mengikuti program membutuhkan komitmen dan pengawasan dari seluruh pemangku kepentingan.
Keberhasilan PMN ini tidak diukur dari seberapa cepat kuotanya terpenuhi, melainkan dari seberapa besar peluang yang benar-benar tercipta setelah masa magang berakhir.
Keberhasilan sesungguhnya baru terlihat ketika para peserta keluar dengan kompetensi yang lebih matang dan memperoleh akses menuju pekerjaan yang layak. Kesinambungan itulah yang akan mengubah statistik kepesertaan menjadi solusi nyata bagi persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.