Komandan senior militer Iran, Mayjen Ali Abdollahi, mengeluarkan peringatan yang lebih keras pada Senin (4/5/2026), menyatakan bahwa setiap pasukan militer asing, terutama tentara Amerika yang invasif yang mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan diserang.
Ketegangan di Selat Hormuz telah meningkat dalam 24 jam terakhir. Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal tanker dihantam "proyektil tak dikenal" di selat tersebut pada Minggu.
Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, dan insiden itu terjadi tepat sebelum pengumuman resmi operasi AS dilakukan.
Para analis militer menyebut "Project Freedom" lebih bersifat psikologis untuk memulihkan rasa aman, mengingat bahwa tanpa pengawalan langsung, inisiatif ini tidak akan secara signifikan mengubah realitas di lapangan jika tidak ada kesepakatan dari Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi seperlima perdagangan minyak global, dan konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu telah menyebabkan lonjakan harga energi dunia.