Inisiatif ini bertujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dan rekreasi, sekaligus membantu mereka mengembangkan keterampilan berenang dan mendapatkan kembali rasa normal setelah bertahun-tahun dilanda perang.
Di antara para peserta ada Farah Hassan Abu Halima (11), yang mengatakan bahwa awalnya dia merasa takut dan cemas untuk mengikuti kelas renang tersebut. Perasaannya berubah setelah dia tiba di lokasi acara.
"Awalnya, saya merasa takut dan cemas, tetapi ketika mendengar tentang kursus-kursus tersebut, saya terdorong untuk mendaftar," tutur Halima. "Ketika tiba di sana, saya mendapati suasana yang luar biasa. Para pelatih renang dan kegiatan-kegiatan yang ada membuat kami bahagia dan membangkitkan semangat kami."
Anak-anak bermain dalam sebuah acara renang yang diikuti oleh sekitar 1.300 anak di sebuah pantai di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 21 Agustus 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Amjad Tantish, kepala Akademi Renang Tantish, mengatakan bahwa lebih dari 2.500 anak telah belajar berenang sejak musim ini yang dimulai pada Juni, ketika inisiatif tersebut diluncurkan kembali setelah sempat ditangguhkan selama perang.
Menurut Tantish, pekan "Swim With Gaza" juga telah menarik peserta di puluhan lokasi di seluruh dunia sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak Gaza. Dia mengatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengatasi kondisi sulit yang mereka alami.