Selain itu, perusahaan-perusahaan lain bisa menghindari kerja sama dengan perusahaan dalam daftar tersebut karena khawatir menghadapi pembatasan dagang atau konsekuensi lain dari pemerintah Amerika Serikat.
Alibaba menyatakan bahwa pemasukan nama perusahaan ke dalam daftar 1260H juga menghambat upaya perusahaan menyewa firma hukum untuk membantu mereka menggugat penetapan tersebut.
Alibaba tampaknya telah berupaya berdialog dengan pemerintah Amerika Serikat sejak Februari lalu, ketika Pentagon menerbitkan dan kemudian menarik kembali daftar yang mencantumkan nama perusahaan itu.
Menurut laporan Bloomberg, Alibaba telah menyerahkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak mendukung aktivitas militer China, tetapi Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak menyampaikan tanggapan.
Alibaba membantah ada anggota dewan direksinya yang memiliki afiliasi militer dan menegaskan bahwa platformnya dikembangkan untuk kebutuhan perdagangan elektronik serta komputasi awan, bukan untuk operasi militer maupun intelijen.
"Alibaba bukan perusahaan militer China dan bukan bagian dari strategi integrasi sipil-militer apa pun," kata perusahaan kepada BBC.
Perusahaan menyebut keputusan Pentagon memasukkan Alibaba ke dalam daftar 1260H sebagai tindakan yang sewenang-wenang dan tidak beralasan, karena itu mengajukan gugatan supaya namanya dihapus dari daftar tersebut.