Istana Stockholm yang berdiri saat ini sebenarnya dibangun di atas puing-puing Kastil Tre Kronor (Tiga Mahkota) asal abad ke-13 yang hangus total akibat kebakaran hebat pada 7 Mei 1697. Sesaat setelah bencana itu, arsitek Nicodemus Tessin Muda langsung merancang istana baru di lokasi yang sama. Namun, pembangunannya sempat telantar selama belasan tahun sejak 1709 karena Swedia kehabisan dana akibat terlibat Perang Utara Raya.
Setelah perang usai, proyek ini baru dilanjutkan lagi pada tahun 1727. Ketika Tessin Muda wafat setahun kemudian, arsitek Carl Hårleman mengambil alih tugasnya dan mendesain interior bergaya Rococo yang cantik di dalam istana. Setelah memakan waktu hingga 60 tahun lebih, istana ini akhirnya resmi ditempati pada tahun 1754 oleh Raja Adolf Frederick dan Ratu Louisa Ulrika, meski beberapa dekorasi interiornya baru benar-benar beres pada tahun 1770-an.
3. Punya gaya arsitektur yang unik
Istana Stockholm dibangun dengan gaya Barok Romawi menggunakan kombinasi batu bata dan batu pasir, lengkap dengan atap tembaga. Bangunan utamanya berbentuk segi empat berukuran 115 x 120 meter yang mengelilingi halaman dalam. Istana ini punya detail arsitektur yang luar biasa, dengan total hampir seribu jendela, puluhan patung hiasan, serta dilapisi ribuan meter persegi batu alam dan plester pada dindingnya.