Sebaiknya memang potong hanya bagian ujung kuku yang melengkung dan transparan, serta lakukan hal tersebut sedikit demi sedikit apabila ragu. Pendekatan yang dilakukan secara bertahap dapat membantu meminimalisir risiko kesalahan, sekaligus memastikan kucing tetap tenang selama proses pemotongan berlangsung.
3. Kenali bagian pembuluh darah pada kucing
Memotong kuku pada saat kucing sedang gelisah atau aktif justru bisa meningkatkan risiko terjadinya gerakan secara mendadak yang berbahaya. Sebaiknya pilihlah waktu ketika kucing sedang santai atau mengantuk agar nantinya lebih mudah ketika dipegang dan diarahkan.
Pegang kaki kucing dengan lembut tanpa terkesan menekan terlalu kuat agar ia tetap merasa tenang dan tidak terancam. Pada saat kucing merasa aman, proses pemotongan bisa dilakukan secara lebih stabil dan risiko terjadinya luka pun dapat diminimalkan.
4. Siapkan antisipasi jika terjadi pendarahan
Meski memang sudah berhati-hati, kesalahan kecil tetap saja bisa terjadi, sehingga persiapan merupakan langkah penting. Selalu sediakan bubuk penghenti perdarahan atau kain bersih untuk menekan bagian kuku apabila sampai tidak sengaja terpotong terlalu dalam.
Tetap bersikap tenang ketika menangani situasi yang ada agar kucing tidak sampai merasa panik atau stres secara berlebihan. Setidaknya penanganan yang tepat dan cepat bisa membantu menghentikan perdarahan, sekaligus memastikan kepercayaan kucing terhadap proses perawatannya di kemudian hari.