Sirip ikan kerap menjadi inspirasi penting dalam pengembangan robot bawah air yang bisa bergerak secara lebih efisien. Jika dibandingkan baling-baling konvensional, gerakan sirip memungkinkan perpindahan yang lebih halus dan menghasilkan gangguan yang jauh lebih kecil terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Para insinyur kerap mempelajari pola gerakan ikan untuk bisa menciptakan robot yang bisa digunakan untuk menjelajahi lautan, sungai, hingga area bawah air dengan konsumsi energi yang dinilai jauh lebih rendah. Teknologi ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk penelitian kelautan, pemantauan lingkungan, hingga eksplorasi wilayah yang sulit diakses oleh para penyelam.
3. Sayap burung
Sayap burung sudah lama menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan teknologi penerbangan dan juga robot terbang. Struktur dan pola gerak sayap sangat memungkinkan burung untuk menghasilkan daya angkat yang dinilai jauh lebih efisien sekaligus mempertahankan stabilitas selama terbang di udara.
Dalam dunia robotika, konsep ini kerap diterapkan pada robot terbang yang menggunakan sayap mengepak seperti burung jika dibandingkan baling-baling biasa. Robot seperti ini memang telah dirancang khusus untuk bergerak lebih alami dan mampu beroperasi di kondisi lingkungan yang memerlukan tingkat kelincahan tinggi.
4. Mata serangga