Dengan hanya La Liga yang tersisa, peluang Madrid pun sangat tipis. Secara matematis, mereka harus terus menang dan berharap Barcelona terpeleset di sisa laga.
Jika gagal, musim 2026 akan menjadi tahun kelam pertama sejak musim 2008-09 dan 2009-10 di mana Madrid dua musim beruntun tanpa trofi.
Kegagalan ini memicu sinyal revolusi besar-besaran di Santiago Bernabeu. Masa depan pelatih Alvaro Arbeloa, yang baru menjabat sejak Januari 2026, berada di ujung tanduk.
Laporan menyebut ia 'sangat mungkin dipecat' meski kontraknya masih berjalan hingga 2027.
Nama-nama seperti Jurgen Klopp, Didier Deschamps, hingga Mauricio Pochettino disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.
Di sisi skuad, Florentino Perez dikabarkan siap mengorbankan hingga delapan pemain, termasuk Dani Carvajal, David Alaba, dan Dani Ceballos.
Hanya tiga pemain yang dipastikan aman: Vinicius Jr, Jude Bellingham, dan Kylian Mbappe.
Ironisnya, kedatangan Mbappe yang diharapkan membawa kejayaan justru berpotensi berakhir tanpa gelar liga atau Eropa selama dua musim berturut-turut.
Sisa harapan Madrid untuk setidaknya mengakhiri musim dengan bermartabat adalah laga El Clasico melawan Barcelona pada 10 Mei 2026. Ironisnya, jika Barca terus konsisten, laga di Camp Nou itu justru bisa menjadi panggung penobatan musuh bebuyutan sebagai juara.